Latar Belakang

Injil Matius menceritakan hidup dan pelayanan Yesus yang ditulis oleh salah seorang dari murid Yesus yaitu Matius. Injil ini secara khusus ditulis untuk orang percaya umat Yahudi sebagai umat pilihan Allah dengan tema utama Yesus sebagai Raja dan Mesias.

Matius menulis Injil ini untuk memberikan kisah seorang saksi mata mengenai kehidupan Yesus, untuk meyakinkan pembacanya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Mesias yang dinubuatkan oleh nabi PL, yang sudah lama dinantikan, dan untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dinyatakan di dalam dan melalui Yesus Kristus.

Injil Matius menulis bahwa Yesus mengerjakan tanda ajaib dan mukjizat, yang menegaskan tentang realitas kerajaan itu dan Yesus mempertunjukkan lebih lanjut adanya kerajaan serta bermacam-macam krisis yang akan timbul akibat pernyataan tentang kerajaan tersebut.

Matius memakai istilah kerajaan sorga yang artinya sama dengan kerajaan Allah yang ditulis dalam Injil Markus dan Lukas. Kata “Allah” sangat sakral bagi orang-orang Yahudi penerima Injil Matius. Istilah ini mengandung arti pemerintahan Allah yang kekal dan berdaulat atas seluruh alam semesta, baik pada masa lalu, sekarang maupun pada masa yang akan datang. Allah yang memerintah sebagai Raja menuntut manusia untuk menyerahkan dirinya dengan penuh ketaatan. Manusia tidak dipanggil untuk membangun atau mendirikan sendiri Kerajaan itu, melainkan hanya mencarinya dan memasukinya.

Sesungguhnya Injil Matius tidak hanya ditulis untuk orang percaya berbangsa Yahudi tetapi secara luas juga untuk orang percaya di seluruh bumi di sepanjang zaman supaya kerajaan Allah itu nyata melalui kehidupan umat-Nya.

Mahasiswa sebagai bagian dari umat Allah kiranya juga bisa mewujudkan hadirnya kerajaan Allah di muka bumi ini dalam berbagai bidang kehidupan. Sejarah telah membuktikan bahwa mahasiswa yang sungguh-sungguh menyerahkan hidupnya demi Kristus, memiliki peran yang besar dalam mentransformasi berbagai bidang kehidupan, sehingga kerajaan Allah benar-benar hadir dalam seluruh aspek kehidupan.

Pelayanan Perkantas hadir sebagai respon dari amanat agung Tuhan Yesus untuk mewujudnyatakan kerajaan Allah di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Perkantas dipanggil untuk mengerjakan panggilanNya, yakni mengerjakan penginjilan dan pemuridan melalui kelompok tumbuh bersama (KTB) di kalangan mahasiswa. Pelayanan mahasiswa semakin menghadapi tantangan yang berat dari waktu ke waktu di tengah-tengah kehidupan yang semakin berorientasi pada kepentingan diri sendiri dan tuntutan dunia yang semakin sulit untuk ditolak. Sistem kuliah dengan kurikulum yang padat menyebabkan mahasiswa terhisap waktunya di kampus, hal ini menyebabkan mereka semakin kehilangan waktu untuk mendapatkan pembinaan rohani yang memadai. Tentu kondisi seperti ini menjadi tantangan bagi pelayanan mahasiswa untuk menanamkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam hidupnya.

Menghadapi tantangan yang semakin berat ini, Perkantas tetap setia mengerjakan pembinaan di dalam pemuridan yang berjenjang. Mulai dari seseorang mendengarkan berita injil kemudian mengenal Kristus dan mencapai seorang murid yang dewasa rohani, hingga mencapai pembinaan misi yang holistik. Tujuannya adalah untuk menyiapkan mahasiswa yang kemudian rela menyerahkan dirinya sebagai saksi-saksi Kristus yang mewujudnyatakan kerajaan Allah di dalam berbagai macam disiplin ilmu dan profesi.

Harapan munculnya alumni yang bisa mewujudnyatakan hadirnya kerajaan Allah dalam berbagai bidang hidup tidak datang dengan sendirinya, oleh karena itu Kamp Nasional Mahasiswa 2019 hadir demi memperlengkapi peserta untuk memiliki ketajaman wawasan dalam dunia profesi dan kaitannya dengan panggilanNya sebagai saksi Kristus untuk menghadirkan kerajaan Allah di manapun Tuhan tempatkan.

Tema “Bangkit! Nyatakan KerajaanNya” serta eksposisi Injil Matius, KNM kali ini akan menekankan bagaimana sebagai murid Kristus memiliki kehidupan yang meneladani tujuan Yesus Kristus hidup di dunia untuk menghadirkan kerajaan Allah di muka bumi. Kiranya melalui Kamp ini menjadi kesempatan untuk mengutus para mahasiswa yang selama ini sudah memperoleh pembinaan dalam proses pemuridan supaya siap untuk diutus menjadi saksisaksi Kristus untuk menghadirkan kerajaan Allah. Dengan demikian setiap mahasiswa yang akan menjadi alumni siap menjadi berkat bagi Indonesia bahkan dunia melalui profesi dan berbagai bidang kehidupan di manapun Tuhan menempatkannya.